Jawa Barat berada di garis depan kerentanan krisis iklim global. Anomali cuaca ekstrem, gelombang panas, kekeringan berkepanjangan pada lahan pertanian, hingga kenaikan muka air laut yang menenggelamkan permukiman pesisir di Muara Gembong Bekasi dan Karawang semakin sering terjadi.

Proyeksi kenaikan temperatur global yang melampaui batas aman 1,5°C hingga mencapai +2,5°C akan melumpuhkan sektor pertanian pangan, merusak keanekaragaman hayati dataran tinggi, dan meningkatkan frekuensi bencana hidrometeorologi di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

WALHI Jawa Barat mendesak pemerintah untuk mendeklarasikan darurat iklim, menghentikan pembangunan pembangkit berbasis energi fosil batubara, serta mengalokasikan anggaran mitigasi dan adaptasi iklim yang adil bagi komunitas rentan.